Sejarah Lagu Kusuka Menuturkan (I Love To Tell The Story)

Adalah Arabella Katherine “Kate” Hankey yang menjadi awal mula terciptanya lagu ini. Ia lahir pada tanggal 12 Januari 1834 di Clapham, Middlesex, Inggris dan meninggal pada tanggal 9 Mei 1911 di London Inggris. Hankey tidak memiliki latar belakang sebagai keluarga penulis lagu atau pun misionaris. Ia adalah seorang anak perempuan dari seorang banker di Inggris yang kaya. Tetapi ia punya kerinduan untuk memberitakan kepada semua orang, baik itu kaya atau miskin. Tidak ada berita yang menyebutkan proses Hankey sebagai seorang yang menerima Kristus. Saat umur 18 tahun Hankey pindah ke London dan mengajar Alkitab kepada wanita-wanita yang bekerja di pabrik. Hankey benar-benar sangat bersemangat dalam mengabarkan Alkitab kepada orang-orang.

Ketika Hankey berumur 30 tahun ia mengalami sakit yang sangat serius dan ia disuruh oleh dokternya untuk beristirahat selama 20 bulan. Meskipun ia harus berbaring di atas ranjang selama itu ia tidak lantas berhenti dari “hobinya” tersebut. Dalam kondisi tersebut ia menulis puisi yang sangat panjang. Puisinya berisi tentang kerinduan dia dalam memberitakan kabar sukacita atau menuturkan cerita mulia yaitu Yesus dengan kemuliaan dan Kasih-Nya. Puisi Hankey terdiri atas 2 bagian yaitu The Story Wanted dan The Story Told. Dari puisi ini terciptalah sebuah lagu yaitu I Love To Tell the Story sekitar 10 bulan setelah puisi ini diselesaikan. Ia juga membuat nadanya meskipun mengalami beberapa koreksi ketika diiringi dengan music.

Pada tahun 1867 pada sebuah konvensi internasional di Montreal, Kanada, seorang pembicaranya bernama Mayor Jenderal Russell dari Inggris secara emosional pada kalimat penutupnya menekankan kepada para delegasi konvensi sebuah kalimat yang Russell kutip dari teks himne Hankey. Pada saat itu salah satu peserta adalah musisi Gospel Amerika bernama William H. Doane, yang telah merancang lebih dari 2000 lagu Gospel. Doane pun dengan segera merancang setting musik dari teks himne Hankey. Kemudian seorang pengatur musik mengubah setting musik Doane tadi. Ia adalah William Gustavus Fischer, lahir di Baltimore, Maryland tanggal 14 Oktober 1835 dan meninggal pada 13 Agustus 1912 di Philadelphia, Pennsylvania. Ia jugalah yang menambahkan bagian refrain dari lagu I Love To Tell the Story. Tahun 1875 himne ini muncul di Bliss and Sankey’s Collection. Lagu yang kita dengar sekarang.


KUSUKA MENUTURKAN


Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya

Ku suka menuturkan cerita yang benar, penawar hati rindu, pelipur terbesar.
Refrain:

Ku suka menuturkan, ku suka memasyurkan

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

I love to tell the story of unseen things above,

of Jesus and his glory, of Jesus and his love.

I love to tell the story, because I know ’tis true;

it satisfies my longings as nothing else can do.

Refrain:

I love to tell the story, ’twill be my theme in glory,

to tell the old, old story of Jesus and his love.

Bait 1 lagu ini bercerita mengenai Tuhan Yesus dan kasihNya.

Ada kata unseen thing yaitu sesuatu yang kekal. Kita lihat 2 Kor 4:16-18. Nah klo kasih, KasihNya yang seperti apa sih ? Mari kita lihat Yoh 3:16, Roma 5:8.

The story reminds us that there are unseen things which are above: 2 Corinthians 4.16-18, Colossians 3.1-2

And these unseen things above are available to us because of Jesus and His love: John 3.16, Romans 5.8

This story satisfies our longings as nothing else can do because it brings salvation to us: Acts 4.12


Ku suka menuturkan cerita mulia yang sungguh melebihi impian dunia.

Ku suka menuturkan semua padamu, sebab cerita itu membawa s’lamatku.
Refrain:

Ku suka menuturkan, ku suka memasyurkan

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

I love to tell the story; more wonderful it seems

than all the golden fancies of all our golden dreams.

I love to tell the story, it did so much for me;

and that is just the reason I tell it now to thee.

Refrain:

I love to tell the story, ’twill be my theme in glory,

to tell the old, old story of Jesus and his love.

Bait 2 menceritakan kalau kita harus menceritakan lagu ini kepada setiap orang. Karena yang sungguh melebihi impian dunia itu adalah pesan dari keselamatan, lihat Mrk 16:15-16. Cerita yang membawa selamat itu dapat kita lihat pada Mrk 5:19, menceritakan semua tentang apa yang telah Tuhan perbuat atas diri kita.

Stanza 2 says that we should tell the story to everyone.

The gospel is more wonderful than all our golden fancies and dreams because it is the message of salvation:  Mark 16.15-16

Like the demoniac who was healed by the power of Jesus, each Christian can say that the gospel story has done so much for him or her: Mark 5.19

Therefore, we should want to speak of it to anyone and everyone we can: Acts 4.20

Ku suka menuturkan cerita mulia; setiap kuulangi bertambah manisnya.

Ku suka menuturkan sabdaNyayang besar dan yang belum percaya, supaya mendengar.
Refrain:

Ku suka menuturkan, ku suka memasyurkan

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

I love to tell the story; ’tis pleasant to repeat

what seems, each time I tell it, more wonderfully sweet.

I love to tell the story, for some have never heard

the message of salvation from God’s own holy Word.

Refrain:

I love to tell the story, ’twill be my theme in glory,

to tell the old, old story of Jesus and his love.

Bait 3 menceritakan bagaimana kita menceritakan kabar sukacita itu lagi dan lagi Bagaimanakah rasanya dapat kita lihat pada Maz 19:7-11. Dan setiap  yang belum percaya supaya mendengar, seperti amanat agung Yesus, semua orang harus dikabarkan Cerita Mulia ini.

Stanza 3 says that we should tell the story over and over again.

The gospel story by which we have been converted becomes more wonderfully sweet to us: Psalms 19:7-11

Furthermore, as long as the earth remains, there will always be those who need to hear the message of
salvation: Acts 18.9-10

Thus, we must continually be teaching God’s will so that people can receive it as it is in truth the word of God: 1 Thessalonians 2.13


Ku suka menuturkan cerita mulia;

pun bagi yang percaya tak hilang indahnya.

Dan nanti kunyanyikan di sorga yang kekal

cerita termulia yang lama kukenal.
Refrain:

Ku suka menuturkan, ku suka memasyurkan

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

I love to tell the story, for those who know it best

seem hungering and thirsting to hear it like the rest.

And when, in scenes of glory, I sing the new, new song,

’twill be the old, old story that I have loved so long.

Refrain:

I love to tell the story, ’twill be my theme in glory,

to tell the old, old story of Jesus and his love.

Bait 4 menceritakan bahwa pekabaran Cerita Mulia ini akan menjadi lagu dalam hidup kita sampai kepada kekekalan.

Stanza 4 says that we should tell the story because it will be the new song of eternity:

Certainly, we need to be hungering and thirsting to hear this story as long as we live on this earth: Matthew 5.6

Someday, if we remain faithful to Christ, we shall experience those scenes of glory that God has reserved for His people in heaven: 1 Peter 5.1, 10

If we tell the old, old story here, then we will be able to sing the new, new song with the redeemed of all ages in heaven: Revelation 14.1-3.

Iklan

3 responses to “Sejarah Lagu Kusuka Menuturkan (I Love To Tell The Story)

  1. wow… hahaa.. mauliate pkk.. semangat.

  2. Thanks Bang Saut!
    hehehe, kebantu banget buat PA lagu kusuka menuturkan 😀
    God Bless u

  3. bang saut ciiiee, aku search ‘Ku Suka Menuturkan’ eh langsung keluar blog ini hahaaa 😀
    thanks bang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s